Sabtu, 03 Desember 2011

At-Thib An-Nabawi : Bersin Dan Menguap


Bersin Dan Menguap Dalam Ilmu MedisDiriwayatkan dari Abu Hurairah -radhiallahu 'anhu-, dari Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-, beliau bersabda:

Artinya : “Sesungguhnya Allah -ta'ala- mencintai bersin dan membenci menguap. Maka, apabila salah seorang dari kalian bersin dan memuji Allah -ta'ala-, maka menjadi haknya atas setiap orang muslim yang mendengarnya untuk membaca, “Semoga Allah -ta'ala- mengasihanimu.”Adapun menguap adalah perbuatan syetan. Maka, apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklan ia menahannya semampunya. Sebab, jika salah seorang dari kalian menguap, maka syetan menertawakannya.” (HR. Al-Bukhari)

Mengutip penjelasan khitab, Ibnu Hajar menuturkan:
“Cinta dan benci dalam kasus bersin dan menguap harus dikembalikan pada sebabnya. Bersin disebabkan oleh keringanan badan, terbukanya pori-pori kulit, dan tidak terlalu kenyangnya perut. Sedangkan menguap disebabkan kekenyangan dan beratnya badan yang disebabkan banyak makan makanan yang tidak bai. Yang pertama (bersin) membuat kita semakin giat beribadah, sedangkan yang kedua (menguap) justru sebaliknya.”

Nabi Muhammad -sholallahu 'alaihi wasallam- juga menjelaskan bagaimana orang yang bersin harus didoakan. Penjelasan detail mengenai hal ini dapat kita temukan dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah -radhiallahu 'anhu-, bahwasanya Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian bersin, maka ia sebaiknya membaca”Alhamdulillah” dan saudara atau temannya hendaknya mendoakannya “Semoga Allah -ta'ala- mengasihimu”. Jika saudaranya ini mendoakannya “Semoga Allah -ta'ala- mengasihimu”, maka hendaknya ia membaca “Semoga Allah -ta'ala- memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaaan kalian.” (HR. Al-Bukhari)

Menurut analisis kalangan medis zaman sekarang, menguap menunjukkan kebutuhan otak dan tubuh akan oksigen dan nutrisi serta ketidakmampuan sistem pernafasan memberikan oksigen yang dibutuhkan otak dan tubuh. Kondisi ini sering terjadi ketika mengantuk, pingsan, dan menjelang mati. Menguap berarti menarik nafas dalam-dalam melalui mulut, padahal mulut bukanlah jalur yang biasa digunakan untuk menarik nafas, sehingga ia pun tidak memiliki sistem pembersih udara sebagaimana yang ada di dalam hidung. Jika mulut tetap terbuka ketika menguap, maka berbagai jenis kuman, debu, dan kotoran akan ikut masukke dalam tubuh bersama udara yang dihisapnya. Untuk itulah, nabi Muhammad -sholallahu 'alaihi wasallam- memerintahkan kita menahannya semampu kita, dan jika memang tidak mampu kita dianjurkan menutup rapat mulut dengan telapak tangan kanan atau punggung tangan kiri.

Berbeda dengan menguap, bersin adalah keluarnya udara dengan kuat dan tiba-tiba yang diikuti dengan keluarnya udara dari dalam paru-paru melalui hidung dan mulut sekaligus menyapu bersih debu, kotoran, dan kuman yang sempat terserap ke sistem pernafasan. Karena itu, merupakan hal yang wajar jika bersin ini dinyatakan berasal dari Yang Maha Pengasih lantaran unsur manfaatnya bagi tubuh. Sementara, menguap itu dinyatakan berasal dari syetan karena mengandung bahaya bagi tubuh. Dengan demikian, sudah sepantasnyaseseorang memuji dan bersyukur kepada Allah -ta'ala- ketika bersin serta memohon perlindungan kepada-Nya dari gangguan syetan yang terkutuk di sat menguap.

#Sumber
Al-Haqâ íq ath-Thibbiyyah fi al-Islâm, Al-Qur’an Kitab Kedokteran(Rahasia Kemukjizatan Sains) karya Prof. Dr. Yusuf Al-Hajj Ahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service