Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

mau nikah?... pacaran dulu dong..

Sebagian orang muslim menyangka bahwa kita bisa siap nikah tanpa pacaran lebih dulu. Benarkah demikian? Persangkaan mereka itu keliru! Sebab, makna asli “pacaran” adalah “persiapan menikah”. Mengingat bahwa nikah merupakan langkah besar dalam kehidupan, kita pada umumnya takkan mungkin siap nikah tanpa mempersiapkannya.
Ada juga yang mengharamkan pacaran sebelum menikah karena menyangka bahwa “bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara haram, khususnya zina” (sebagaimana dipaparkan di bawah ini). Persangkaan mereka ini juga keliru!
1) Kata mereka, “Pacaran adalah jalan menuju zina”. Dengan mengatakan ini, mereka sorongkan ayat “Dan janganlah kamu mendekati zina…” (QS Al Isra’: 32) Namun, mereka sama sekali tidak menyodorkan bukti yang meyakinkan bahwa pacaran itu identik dengan “jalan menuju zina”. Padahal, hasil penelitian ilmiah justru menunjukkan bahwa pacaran itu TIDAK identik dengan “mendekati zina”. (Lihat “Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)“.)
2) Kata mereka, “Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan.” Kita bisa menanggapi pernyataan mereka ini dengan dua pernyataan. Pertama, pacaran tidak harus dengan pandang-memandang. Jangankan cuma menundukkan pandangan. Tidak memandang sama sekali pun bisa diujudkan dalam pacaran. (Untuk contoh, lihat pacaran islami ala Ibnu Hazm dalam “Mengapa Sengaja Jauh di Mata“.) Kedua, perintah menundukkan pandangan itu berlaku untuk yang disertai dengan syahwat birahi. Bila tidak disertai dengan syahwat birahi, maka memandang lawan-jenis nonmuhrim (termasuk pacar) TIDAK haram. (Lihat fatwa Syaikh Qardhawi dalam “Bolehkah Laki-Laki Memandang Perempuan dan Sebaliknya?“)
3) Kata mereka, “Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat).” Lagi, kita bisa menanggapi pernyataan mereka ini dengan dua pernyataan. Pertama, pacaran tidak harus dengan berdua-duaan. Pacaran bisa dilakukan bersama-sama dengan orang lain. (Untuk contoh, lihat “foto pacaran islami ala Kalimantan Selatan“.) Kedua, khalwat dengan lawan-jenis nonmuhrim tidak selalu terlarang. Ada kalanya khalwat itu diperbolehkan, yaitu bila dalam keadaan terawasi. (Lihat “Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan“.)
4) Kata mereka, “Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina [karena bersentuhan]“. Mereka menunjukkan dalil “… zina tangan adalah menyentuh …”. Padahal, yang dimaksudkan dalam dalil tersebut adalah yang disertai dengan syahwat birahi. Jadi, menyentuh tanpa disertai dengan syahwat birahi itu TIDAK tergolong zina tangan. (Lihat “Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya“.) Selain itu, tanpa bersentuhan pun pacaran bisa dilakukan. (Untuk contoh, lihat pacaran islami ala Ibnu Hazm dalam “Mengapa Sengaja Jauh di Mata“.)
Dengan demikian, tertolaklah argumentasi (hujjah) mereka yang mengharamkan segala jenis pacaran. Bagaimanapun, ada jenis pacaran yang yang terlarang (yang jahiliyah), tetapi ada juga jenis pacaran yang dibolehkan (yang islami).

Kamis, 01 Desember 2011

AWAL DARI KEHIDUPAN BERUMAHTANGGA 2

ANJURAN BUKAN HALANGAN

Kepada mereka yg ingin berumah tangga, demi mentaati ketentuan Allah serta menjaga kehormatan agamanya, Allah SWT dengan melalui Rasulullah SAW memberikan dorongan sekali gus janji, supaya mereka tidak gelisah atau dibebani dengan fikiran-fikiran yg berat misalnya: Apakah yg akan saya makan kalau saya beristeri nanti? Apakah saya dapat hidup tenang dan bahagia dalam kehidupan rumah tangga yg saya bina, sedangkan saya belum mempunyai harta yg cukup?

Gambaran yg memberatkan fikiran seperti ini sudah biasa, dan menghalangi seseorang untuk berani melangkah berumah tangga. Sering kita perhatikan dalam kehidupan sehari hari seseorang yg sebelum menikah telah mengumpulkan kekayaan, sebagai syarat untuk dapat memulai kehidupan berumah tangga, akan tetapi sebelum berumahtangga ia telah melakukan hubungan-hubungan yg melanggar syariat Islam, seperti pergaulan bebas dan sebagainya.

Di kalangan mahasiswa pun beranggapan, bahwa berumahtangga adalah merupakan hantu yg menakutkan, sehingga mereka tidak mahu menikah sebelum selesai kuliahnya. Lebih baik berbuat melanggar syariat Islam daripada gagal dalam kuliahnya.

Mereka beranggapan bahawa berrumah tangga itu adalah merupakan beban yg sangat berat, sehingga memerlukan persiapan yg cukup besar, ibarat orang membangun gedung raksasa. Fikiran semacam ini adalah fikiran jahiliyah, fikiran sesat, fikiran orang-orang yg tidak beriman kepada Allah. Kalau kitapun berfikiran seperti ini, bererti kita telah termasuk ke dalam golongan orang-orang yg kufur dan orang-orang yg jahil. Oleh kerana utk membangkitkan semangat supaya para pemuda tidak takut beristeri dan tidak mempunyai bayangan-bayangan yg menakutkan maka Rasulullah dalam sebuah hadisnya bersabda yg ertinya:

"Ambillah isteri, kerana beristeri lebih membuka pintu rezeki bagi kamu." (H.R. At-Thusiy)

Itulah jaminan Allah kepada orang-orang yg hidup berumah tangga atau membangun kehidupan suami isteri. Mereka dijamin tidak akan menjadi orang yg melarat atau sengsara. Tetapi Allah membuka pintu rezeki yg lebih lebar kepadanya.

Dengan melalui pengalaman dari kehidupan sehari-hari, kita banyak mengenal orang ketika masih bujang, mereka tidak mempunyai apa-apa. Paling banyak hanya pakaian yg dipakainya, kalau pun mereka mempunyai yg lain dari itu, kadang-kadang mereka peroleh dari orang tua mereka. Begitu sahaja mereka beristeri, tidak beberapa tahun selepas itu kita bertemu lagi dengan mereka, dan kita lihat pada waktu itu mereka sudah dapat membeli pakaian yg bagus, bahkan ada yg sudah mampu membeli kenderaan seperti kereta dan sebagainya. Kalau dahulu hidupnya dibiayai oleh orang tuanya, maka sekarang ia sudah mampu hidup sendiri, bahkan ada yg telah membeli rumah sendiri. Ini semuanya membuktikan kepada kita, bahawa Allah memang menjamin terbukanya pintu rezeki yg lebih besar bagi orang yg berani hidup bersuami isteri.

Wanita Sholihah adalah qonitat (Taat) Hafidzat (Menjaga Diri), Karena Allah telah memelihara (Kehormatan) dirinya. (An Nisa:34)

AWAL DARI KEHIDUPAN BERUMAHTANGGA 1

KESEPIAN BILA SENDIRIAN
Kesepian adalah hal yang paling ditakuti oleh makhluk manusia, sebab manusia tidak dapat hidup sendiri, dia memerlukan orang lain untuk menghilangkan kesepiannya. Dia memerlukan cinta kaseh selama hidupnya dan ingin pula memberikan cinta kaseh kepada orang lain. Dia dijadikan dengan melalui dua manusia, sperma dari pihak lelaki dan sel telur dari pihak perempuan. Dia dibesarkan dalam rahim ibunya sehingga terbentuk menjadi manusia.
Di dalam rahim ibunya ia sendirian, sepi, namun ia mengalami kehidupan yang sempurna. Diberi makan melalui darah ibunya, kotorannya dikeluarkan melalui darah ibunya, keamanannya terjamin kerna setiap gangguan yg dating dari luar dihalangi lewat perut sang ibu. Dia memperoleh hawa menyenangkan yg dipertahankan oleh tubuh ibunya, sehingga tidak merasakan perubahan yang besar (kaya terlalu dingin atau terlalu panas). Rahim ibulah merupakan syurga bagi janin. Si ibu memeliharanya dengan penuh kaseh sayang, si ayah serta keluarga mengharapkan bayi akan lahir itu hadir kedunia dengan penuh kaseh sayang pula.
Begitu saja terlahir dengan melalui proses yg sangat membahayakan, dan setelah beransur dewasa, maka segala galanya berubah. Dia harus mencari makan sendiri, dia harus menjaga dirinya sendiri dan bahaya yag selalu mengancam dirinya. Dan pada saat ini dia harus berhadapan dengan keadaan atau hawa ganas dan selalu berubah-rubah. Pada saat ini dia memerlukan orang lain untuk menjamin makanannya, keamanannya, menutupi dirinya dari hawa yg selalu berubah-ubah itu. Dia tidak dapat berdiri sendiri.
Andai kata tidak ada ibu sebagai orang yg pertama dan utama yg menjamin keperluan hidupnya, maka ia akan mati. Dia memerlukan cinta kaseh dari orang lain. Keadaan hidupnya berbeda sekali dengan binatang yg pada amnya, bila sudah lahir ia langsung dapat hidup sendiri.
Manusia yang baru hadir di muka bumi ini dipelihara, dididik. Setelah meningkat usia dewasa, kebutuhannya tidak dapat lagi dipenuhi oleh orangtuanya. Dia memerlukan manusia lain, iaitu manusia yang berada di luar rumah tangga orang tuanya.
Dia memerlukan kepuasan seks, yg tidak dapat dengan segera dipenuhinya. Dia harus membangun rumah tangga baru dengan teman hidup yg diharapkannya dapat memberikan kepadanya.
Cinta kaseh yg kukuh untuk masa yg panjang sampai ia mengucapkan selamat tinggal pada dunia yg fana ini.
Cinta kaseh yg dapat menjamin untuk menjauhkan dia dari kesepian yg sangat ditakutinya.Cinta kaseh yg dapat menjamin kepuasan seks yg memuaskan dan dapat diperolehinya setiap waktu apabila ia memerlukannya.
Cinta kaseh untuk membangun rumah tangga sendiri.Cinta kaseh yag dapat melanjutkan keturunannya.
Inilah salah satu penyebab makanya manusia itu memerlukan keramaian. Kekurangan cinta kaseh akan menyebabakan seorang remaja itu merasa sepi serta gelisah dan menyebabkan ia menjadi tidak tenteram, sehingga kadangkala membuatkan dia tidak menentu arah tujuannya.
Bagi manusia remaja yg sudah sampai dewasa ia memerlukan teman hidup dan ia harus mencari seseorang yg dirasakan dapat memenuhi keperluan hidupnya, maka ia harus membangun suatu rumahtangga yg harus melalui suatu ikatan yg dinamakan pernikahan, kerana dengan pernikahan inilah yg akan dapat ikut serta menjamin pemuasan keperluannya. Keperluan manusia kepada orang yg berlainan jenis dengannya ini dijelaskan Allah dalam Firmannya yg ertinya:
"Dan Di antara kebesaran Allah ialah Ia ciptakan isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang, sesungguhnya yg demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yg mahu berfikir.¡¨ (Ar-Rum: 21)
Dari firman Allah ini jelaslah bahawa keperluan hidup, jauh dari kesepian, persahabatan, cinta kasih yg kukuh hanya diperoleh dalam pernikahan yg telah diatur oleh Allah SWT sendiri. Firman Allah ini ditegaskan pula oleh Hadis Nabi tentang kebenaran dan janji dari firman Allah tersebut dengan sabdanya:
"Wahai pemuda, barangsiapa di antara kamu yg sudah sanggup untuk kahwin, maka kahwinlah kerna kahwin itu lebih merendahkan pandanganmu dan memelihara kehormatanmu. Barangsiapa yg tidak sanggup kahwin, maka berpuasalah, kerana puasa itu akan menurunkan keinginan syahwat.¡¨ (HR Bukhari dan Muslim)
Begitu kerasnya, anjuran pernikahan ini, sehingga dalam hadis yg lain Rasulullah mengancam bagi mereka yg tidak mahu menikah, sebagaimana sabda beliau yg ertinya:
"Nikah itu adalah sunnahku, dan barangsiapa yg tidak melakukan sunnahku, bukanlah ia dari golonganku dan berkahwinlah kamu kerana kau akan merasa bangga dengan banyaknya kamu pada hari kiamat.¨
Dalam hadits yg lain pula diceritakan: "Uhaf datang kepada Rasulullah, ia belum mahu menikah padahal sudah mampu,
lalu Rasulullah bertanya kepadanya, Apakah engkau telah beristeri wahai Uhaf? "
Jawabnya, "Belum"
Sabda Rasulullah, "Tidak kah engkau mempunyai budak perempuan?
Jawabnya, "Tidak"
Sabdanya lagi, "Bukankah engkau sihat dan mampu?"
Jawabnya, "Ya, Alhamdulillah."
Lalu Nabi bersabda, "Kalau begitu engkau termasuk teman setia syaitan. Karena engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani, oleh kerana itu bererti engkau termasuk golongan mereka. Atau mungkin engkau termasuk golongan kami, sehingga kerana itu hendaklah kamu berbuat seperti yang menjadi kebiasaan kami. Kerana kebiasaan kami adalah beristeri. Orang yg paling durhaka di antara kamu adalah yg membujang, orang yg paling hina di antara kamu ialah para bujangan. Sebab itu sungguh celakalah kamu wahai Ukuf, oleh kerana it menikahlah"
Lalu Ukuf berkata, "Wahai Rasulullah aku tidak akan mahu menikah sebelum engkau yg menikahkan aku dengan orang yg engkau sukai."
Lalu Rasulullah bersabda, "Kalau begitu aku nikahkan engkau dengan nama Allah dan dengan berkahNya kepada Kultsum al-Humairi, seorang wanita yg berbudi mulia.¨ (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah)
Dari ungkapan hadis-hadis di atas jelaslah, hanya Islamlah satu-satu agama yg menggalakkan serta memberi motivasi kepada setiap orang supaya berumah tangga. Jika seseorang itu menyalahi fitrahnya iaitu menikah, mereka akan menemui akibat-akibatnya. Di antaranya tidak seimbang manusia itu memerlukan makan, maka kalau ia tidak mahu makan bererti ia membiarkan dirinya dalam kebinasaan. Demikian juga halnya dengan menikah, yg merupakan fitrah manusia untuk melakukannya, jika hal ini tidak dilakukan maka akan terjadilah gangguan-gangguan seperti
1. Tidak ada keseimbangan utk melangkah keapda sesuatu yg seharusnya dikerjakan.
2. Akan lebih mengutamakan diri sendiri atau egois.
3. Lari dari tanggung jawab.Wallahu a'lam bishawwab.
Wanita Sholihah adalah qonitat (Taat) Hafidzat (Menjaga Diri), Karena Allah telah memelihara (Kehormatan) dirinya. (An Nisa:34)

kasih sayang

"Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya
(dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya
(dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya
dengan pandangan kasih & sayang.
Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya
(dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah
dosa-dosa dari segala jemari keduanya"

AWAL DARI KEHIDUPAN BERUMAHTANGGA 3

Apa seharusnya yg harus kita persiapkan dalam menghadapi perkahwinan? Dan apa pula yg harus kita fikirkan sebelum pernikahan? Banyak diantara kita masih mempunyai fikiran keliru dalam menunggu masa pernikahan dilangsungkan dan kadang kala pemikiran-pemikiran yg ada pada waktu itu tidak mendukung keberhasilan dalam berumah tangga.

Cubalah kita bertanya kepada seorang anak gadis menjelang pernikahannya akan dilangsungkan, "Apa yg anda siapkan menjelang nikah?" Maka dia akan menjawab, persiapan-persiapan saya adalah mencatat siapa-siapa sahaja yg akan diundang, baju pengantin yg bagaimana yg akan saya pakai dan sbgnya. Hal yg seperti ini termasuk juga pemikiran bakal suami yg menunggu hari pernikahannya.

Padahal pemikiran yg seperti itu tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan dalam perkahwinan. Para calon isteri mahupun suami hanya memikirkan atau terpaku pada suasana hari kenduri nikah kahwin dilangsungkan , namun tidak pernah memikirkan sejauhmana mereka mempersiapkan perkara-perkara yg akan dihadapi setelah upacara doa selamat pernikahan tersebut dilangsungkan. Setelah itu, yg akan dihadapi ialah hakikat dari perkahwinan itu sendiri, bagaimana caranya mendidik isteri dan bagaimana menghadapi masaalah yg mungkin terjadi. Demikian pula bagi si isteri kadang-kala tidak pernah memikirkan bagaimana cara melayani suami dan lain-lain baginya.

Sebenarnya yg harus kita siapkan atau kita fikirkan dalam menghadapi hari pernikahan ialah bagaimana caranya kita menyelesaikan apabila terjadi kemungkinannya yg tidak diinginkan dalam pergaulan suami isteri. Oleh kerana itu kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) BELAJAR UNTUK TIDAK BERSIKAP EGO

Yang menjadi masalah, mengapa seseorang itu masih terus memburu dan mencari di dalam cinta dan pilihannya, dan kerana terlalu memilih-milih, akhirnya tidak seorang pun yg berhasil dipilihnya. Seorang yg membujang kerana ia begitu idealis dan terlalu memilih dalam mencari seorang pasangan hidupnya. Hal yg demikian inilah yg menjadi beban mereka sendiri sehingga tetap sahaja membujang. Kerana tidak menemukan pasangan yg sesuai untuk dijadikan suami atau isteri, akhirnya mereka tidak sedar bahawa usianya telah bertambah juga.

Dalam menentukan jodoh, hendaknya jgn terlalu bersifat egois, dan menuntut sesuatu secara sempurna, serta kalau dapat tidak ada kekurangannya, hal yg demikian ini mustahil akan kita temukan, sebab selagi yg namanya manusia pasti ia bersifat kekurangan, kerana adanya sifat kekurangan inilah, dalam kehidupan berumahtangga kita harus saling memperbaiki antara satu dengan yg lain.

Seandainya kita mendapatkan pasangan hidup, maka kita harus menerima kenyataan dan berfikir bahawa pasangan kita itu adalah memang diciptakan Tuhan untuk diri kita. Apa pun kenyataannya kita harus terima. Dengan demikian, maka tidak banyak yg harus kita tuntut dari pasangan hidup kita. Yg penting ialah akhlaq dan budi pekerti yg mulia, kerana akhlaq atau budi pekerti akan mempengaruhi kebahagiaan suatu rumah tangga.

Sikap yg terlalu memilih atau angan-angan yg begitu tinggi terhadap pasangan hidup kita menjelang perkahwinan hanya akan menimbulkan masaalah pada bulan-bulan pertama atau ketiga dalam pernikahan. Mengapa demikian? Sebab biasanya apa yg kita bayangkan kadangkala tidak sesuai sepenuhnya dengan kenyataan yg kita hadapi. Hendaknya kita jangan membayangkan secara berlebih-lebihan terhadap sesuatu tentang calon pasangan kita itu. Sebab bayangan yg terlalu memuncak tinggi akan mengakibatkan suatu kekecewaan yg mendalam. Serta akan menimbulkan sesuatu penyakit hati dalam membina rumah tangga.

2) MENGHADAPI PERKAHWINAN DENGAN SIKAP DEWASA

Apabila kita telah meminang dan menentukan bila hari pernikahan, maka fikiran yg harus dipersiapkan seawal mungkin ialah kita belajar untuk bersikap dewasa. Sebab masaalah yg dihadapi dalam suatu perkahwinan, harus dihadapi secara dewasa. Perkahwinan yg masing-masing pihak (suami dan isteri) yang masih bersikap kanak-kanak, maka rumah tangga akan lama sekali menjadi dewasa, baik dewasa dalam berfikir, dalam masalah kewangan, bergaul dengan jiran tetangga, mendidik anak dan sebagainya.

Bagi seorang bakal suami, lebih dituntut untuk bersikap dewasa, sebab nanti dalam membina rumahtangga maka suamilah yg berkewajipan dan bertanggung-jawab untuk mendidik isterinya. Bagaimana cara mendewasakan seorang isteri bergantung kepada kedewasaan suaminya. Banyak perkahwinan yg gagal disebabkan kurang adanya suatu pengertian antara suami dan isteri. Hal ini disebabkan sikap mereka keduanya yg masih belum dewasa dalam menghadapi suatu masaalah.

3) BERSIAP SEDIA DALAM MENGHADAPI MASALAH YG TIMBUL PADA BULAN-BULAN PERTAMA

Masalah yg agak berat dihadapi ialah pada waktu bulan pertama atau ketiga dalam pernikahan. Inilah yg mengharuskan kita berfikir. Namun fikiran tidak hanya sekadar memikirkannya sahaja melainkan kita harus siap dalam menghadapi dan siap pula dalam mencari jalan keluarnya, dan ini apabila nanti benar-benar terjadi, masalah yg bakal timbul itu adalah pertengkaran-pertengkaran kecil dan salah faham.

Masalah itu timbul biasanya kerana adanya kekecewaan, dan yg paling sering mengalami kekecewaan pada masa pengantin baru ialah di pihak isteri. Mengapa wanit atau isteri merasa kecewa dengan kenyataan yg dihadapinya? Sebab biasana bagi wanita yg menunggu perkahwinan atau antara meminang dengan akad nikah, maka mereka selalu mengkhayalkan sesuatu yg berkaitan dengan perkahwinan dan keluarga. Mereka membayangkan hal-hal yg aneh untuk calon suaminya, termasuk tentang sikap dan tingkah laku suaminya, rumah yg hendak didiaminya dan sebagainya.

Khayalan-khayalan yg sifatnya kebendaan ini setengah dari permulaan adanya sebab timbulnya masaalah pada bulan pertama dalam perkahwinan. Lebih-lebih lagi bagi wanita yg suka mengkhayal, maka setelah memasuki alam perkahwinan sangatlah susah baginya untuk menerima dengan mudah kenyataan-kenyataan hidup yg dialaminya.

Perlulah kita sadari bahawa sebenarnya pada waktu pinangan atau bertunangan, kita tidak semuanya mengetahui baik secara lahiriah mahupun batiniyah sikap dari calon pasangan kita. Baharu setelah menginjak tiga bulan akad nikah, semuanya baru kita sadari kenyataan yg ada pada dirinya. Apabila seorang gadis yg sebelum menikah telah bercita-cita hidup yg lebih baik bila ia menjadi kenyataan, hal ini akan mengakibatkan suatu kekecewaan. Oleh kerana itu bersabarlah dan belajar menerima apa yg ada, serta berdoa dan berusaha, semoga segala impian selama ini akan menjadi kenyataan. Dan yakinilah dengan janji Allah.

Disamping itu, persoalan lain yg harus kita persiapkan utk kita hadapi ialah kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pasangan hidup kita. Mahu tidak mahu kita harus berusaha sedaya upaya dalam menyesuaikan diri ini. Jika kita tidak belajar untuk menyesuaikan diri ini maka perjalanan rumahtangga kan pincang. Sebab pada hakikatnya, perkahwinan adalah penyatuan segala-galanya dalam hidup suami dan isteri. Apabila setiap hari terjadi pertengkaran karena perbedaan-perbedaan pendapat dan pandangan hidup, maka selamanya rumah tangga tidak akan menemukan suatu ketenangan dalam mencapai kebahagiaan. Itulah sebabnya mengapa agama Islam melarang perkahwinan yg berlainan agama. Sebab dibimbangkan nanti jika sudah berumah tangga dan berkumpul, akan terjadi suatu pertentangan dalam pandangan hidup mereka berdua.

Kemudian masaalah lain yg timbul pada bulan pertama atau ketiga dalam perkahwinan ialah masing-masing pihak mengalami kegoncangan jiwa kerana takut memikul beban dan tanggung jawab dalam berumah tangga. Hal ini timbul mungkin disebabkan kerana isteri memandang bahwa perkahwinan hanya sekadar pertualangan cinta atau percubaan baru tanpa adanya jaminan.

Takut semacam ini menjadikan perkahwinan menjadi suatu kegelisahan dan tidak ada ketenangan. Semua masaalah ini akan dapat kita selesaikan apabila kita betul-betul memahami tujuan dari perkahwinan menurut Islam, iaitu supaya kita menemukan ketenangan dan kedamaian, untuk tercapainya semua ini, sikap percaya pada diri sendiri perlulah ditanamkan.

Wanita Sholihah adalah qonitat (Taat) Hafidzat (Menjaga Diri), Karena Allah telah memelihara (Kehormatan) dirinya. (An Nisa:34)

Mawaddah, Sakinah, wa Rahmah

Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya
Nasehat ini untuk semuanya ...........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
Nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Saudaraku.............
Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci........... ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta,
bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta,
keturunan maupun kecantikan sebagai alasan............
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan........
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Saudaraku..........
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........

Namun...... Jika cinta engkau jadikan sebagai landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Saudaraku...........
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"......
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu beralaskan sorban,
karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek...

Saudaraku.........
Jangan engkau menginginkan menjadi

ratu dalam "istanamu"........
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........
Jika itu engkau lakukan

"istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Saudaraku............
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tat kala mengharamkan apa yang Allah halalkan
hanya karena menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...........
Di bawah bimbingan manusia pilihan,
justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu...............

Didiklah istrimu........
Jadikanlah dia sebagai Hajar,
wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam,
wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagai Khadijah,
wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....

Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah....
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam........
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Saudaraku.......
Jika engkau menjadi istri......
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu......
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setiaterhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan.....
Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka................
jangan..........

Saudaraku........
Jika engaku menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah.........
Mintalah kepada Allah,
agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Saudaraku........
Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid...........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....
Jangan biarkan mereka bermalas-malas..........
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih....
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.

AAMIIN RABBII.
Wassalaam di akhiri dengan Alhamdulilla

May Allaah bless of the author.

Proposal Nikah


tentang-pernikahan.com -
Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di  majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur¡¦an dan Al Hadits :
  1.  "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
  16. "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
  1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
  3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
  4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
  5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
  6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
  7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
  1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
  2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
  3. Termasuk  tathhir (mensucikan diri).
  4. Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya¡¨  (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
  • Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  • Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  • Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
  • Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  • Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
  • Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
  • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari  manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  • Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  • Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ¡§Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS  PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
====================================
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu  tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
Maraji / Referensi :
  1. Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
  2. Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
  3. Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
  4. Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
  5. Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
  6. Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
  7. Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
  8. Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
  9. Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
  10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
Sumber : www.dudung.net

referensi nikah.. islami

"Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya" (HR. Abu Sa'id)


"Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)" (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)


"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (Ar-Ruum 21)
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (An Nuur 32)
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah" (Adz Dzariyaat 49)
"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk" (Al-Isra 32)
"Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya" (Al-A'raf 189)
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)" (An-Nur 26)
"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan" ( An Nisaa : 4)
"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
"Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" (HR. Tirmidzi)
"Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah syaithan" (Al Hadits)
"Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya" (HR. Bukhori-Muslim)
"Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya" (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan" (Al Hadits)
"Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah" (HR. Muslim)
"Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas" (H.R. At-Turmidzi)
"Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain" (Al Hadits)
"Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya" (Al Hadits)
"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram" (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara" (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)
"Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak" (HR. Abu Dawud)
"Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain" (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)
"Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari)
"Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang" (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)
"Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat" (HR. Ibnu Majah,dhaif)
"Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka" (Al Hadits)
"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya" (HR. Thabrani)
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama" (HR. Ibnu Majah)
"Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama" (HR. Muslim dan Tirmidzi)
"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)
"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan)
"Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad)
"Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)
"Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)

busana nikah islami...

Galery Baju Nikah Muslim
  walimah   walimah

  walimah   walimah

  walimah   walimah

  walimah   walimah

Minggu, 27 November 2011

pesta pernikahan minimalis..

Beberapa saat yang lalu, saya terlibat percakapan hangat dengan seseorang teman tentang pekerjaan yang akhirnya malah lari ke masalah pernikahan.
Saya : Pekerjaan kamu itu cukup berat lho, saya sarankan untuk buruan menikah
Teman : Pengen sih ndi, tapi uangnya dari mana?
Saya : Lha bukannya akad nikah itu cuma seperangkat alat solat (kebiasaan orang Indonesia) plus beberapa lembar uang rupiah saja?
Teman : Yah, kalo itu sih gak masalah. Biaya pestanya itu lho…
Ini kemudian menjadi bahan diskusi yang cukup pelik. Pernikahan yang seyogyanya menjadi ajang penyatuan dua insan manusia dalam satu ikatan yang sah, menjadi dipersulit untuk diwujudkan dengan pelbagai prasyarat-prasyarat yang sebenarnya tidak esensial.
Adapun hadist Rasulullah, ”Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing” [1]
Bukan bermakna seseorang harus merayakan walimatul ‘urus secara mewah, meriah dan muntah. Namun memberitahukan bahwa walimatul ‘urus adalah kewajiban seorang muslim yang harus diselenggarakan sesegera mungkin DAN tetap dalam keadaan SESEDERHANA MUNGKIN.
Parameter sederhana bagi tiap orang mungkin berbeda, tapi bagi saya sederhana itu adalah tidak memberatkan semua pihak baik mempelai, keluarga mempelai maupun tetamu.
Bagi beberapa orang, nikah mewah bukanlah suatu masalah namun menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa orang lainnya. Dan ternyata kemudharatan yang ditimbulkan karena persepsi biaya nikah ini,  sangatlah besar. Lihat saja fenomena kumpul kebo yang sudah menjangkiti masyarakat kita. Tak lain tak bukan, penyebab utamanya adalah hal ini. Belum hilang dari ingatan saya tentang seseorang pemuda di Surabaya bulan lalu harus mendekam di penjara karena mencuri motor dengan alasan ingin menutupi biaya pernikahan. Dan saya yakin hal ini bukan cuma terjadi sekali atau dua kali.Banyak pemuda-pemuda Indonesia lainnya yang nekat melakukan hal serupa karena masalah yang sama, BIAYA PERNIKAHAN YANG TINGGI.
Sungguh ironi! di sebuah negara berpenduduk mayoritas muslim ternyata banyak warganya yang kesulitan mewujudkan pernikahan dan terpaksa melakukan perbuatan tercela hanya karena suatu mindset ‘Pernikahan itu Mahal’.
Hal ini sampai kapanpun tidak akan berubah bila tidak ada yang mau memulainya. Mari bersama lakukan Nikah Minimalis sebagai trend sehingga bagi mereka dari Sabang-Merauke tidak khawatir lagi karena yang lainnya juga melakukan hal yang serupa.
Nikah dan pesta minimalis bukan berarti melaksanakan pesta pernikahan dalam keadaan mengenaskan dan serba kekurangan. Namun maknanya adalah pesta pernikahan yang dilangsungkan mengusung kesan kesederhanaan, dengan menghilangkan segala bentuk kemubaziran dan kesia-siaan yang kerap terjadi dalam pesta nikah pada umumnya.
Bagaimana bentuk Pesta Pernikahan Minimalis?
1. Mahar secukupnya dan sekemampuan sang mempelai
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Nikah yang paling besar
barakahnya itu adalah yang murah maharnya”[2]
2. Bila perlu hilangkan penggunaan pemakaian adat yang kerap membutuhkan dana besar.
Beberapa adat di Indonesia, di dalam pernikahan mensyaratkan beberapa hal yang konon menjadi persentase terbesar di dalam anggaran pernikahan. Dalam pesta nikah minimalis, disarankan untuk tidak menggunakannya. Cukup gunakan petunjuk agama yang Anda yakini karena pastinya sederhana dan tidak ribet.
3. Konsumsi seperlunya.
Memang ada beberapa tamu yang seleranya daging melulu dan ada juga yang vegetarian. Tapi hal itu bukanlah menjadi alasan bagi kita untuk menyediakan menu A-Z dalam pesta pernikahan. Cukup beberapa menu saja dan jangan lupa cantumkan informasi ‘Lebih Baik Nambah daripada tidak dihabiskan’.
4. Dekorasi yang secukupnya
Sering juga dekorasi menambah pembengkakan biaya. Padahal ini tidaklah begitu esensial. Cukup hindari pemakaian dekorasi yang berlebihan. Pernah saya menyaksikan pesta pernikahan seorang rekan yang dekorasinya tidak neko-neko namun kesan sakralnya terasa.
5. Musik
Dalam islam, alat musik yang diperkenankan untuk digunakan dalam pesta pernikahan adalah rebana. Namun  bukan berarti Anda harus menyewa pemain rebana kelas profesional yang biaya yang tinggi [sama saja bukan minimalis namanya]. Di masyarakat kelas menengah kebawah, sering dipertunjukkan penggunaan keyboard dan gendang untuk menyertai lantunan lagu dangdut dari biduan/biduanita dan hal ini ternyata menyebabkan cost bertambah besar. Menurut hemat saya, di pesta minimalis cukup sediakan microphone dan soundsystem yang layak. Hal ini cukup siginifikan menurunkan biaya pernikahan atas pemakaian musik di acara tersebut.
Ok, saya kira cukup sekian.
Mari jadikan Pesta Pernikahan Minimalis sebagai suatu trend
Kalau bukan kita yang peduli terhadap isu seperti ini, siapa lagi?

Rujukan :
[1] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2049 dan 5155), Muslim (no. 1427), Abu Dawud (no. 2109), an-Nasa’i (VI/119-120), at-Tirmidzi (no. 1094), Ahmad (III/190, 271), ath-Thayalisi (no. 2242) dan lainnya, dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu.
[2] (HR Ahmad 6/145)

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service